Sidoarjo Jadi Tuan Rumah Rakernas Perbamida 2026, Perkuat Sinergi BPR untuk UMKM

Beritaviralnews.id | Kominfo | Sidoarjo — Kabupaten Sidoarjo dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Milik Pemerintah Daerah se-Indonesia (Perbamida) tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Hotel Aston Sidoarjo pada Jumat (17/4) ini dihadiri 105 perwakilan BPR dari berbagai daerah di Indonesia.

Rakernas Perbamida 2026 dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Sekda Sidoarjo Ainur Rahman, Ketua Umum DPP Perbamida Sofia Nurkrisnajati Atmaja, Kabiro Perekonomian Setdaprov Jatim Aftabuddin Rijaluzzaman, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam sambutannya, Emil Dardak menekankan pentingnya peran strategis Bank Perekonomian Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM. Ia menyebutkan bahwa meskipun program Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah digulirkan pemerintah pusat, kebutuhan pembiayaan di tingkat lokal masih sangat besar.

Menurutnya, melalui Perbamida, kolaborasi antar BPR daerah perlu terus diperkuat, bukan untuk saling bersaing, melainkan saling melengkapi dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan risiko serta peluang usaha di masing-masing wilayah.

“Dengan adanya forum ini, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan dan peningkatan profesionalisme, sehingga daya saing BPR milik Pemda semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Plh. Sekda Sidoarjo Ainur Rahman menyampaikan bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki tata kelola BPR yang cukup baik dan bisa menjadi rujukan bagi daerah lain. Salah satu inovasi unggulan yang dimiliki adalah Program Kredit Usaha Daerah (Kurda) melalui BPR Delta Artha dengan bunga ringan sebesar 2 persen per tahun.

Program tersebut menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap pelaku UMKM agar dapat berkembang melalui akses permodalan yang terjangkau. Ia berharap praktik baik seperti ini dapat diadopsi secara luas oleh BPR daerah lain di Indonesia.

Ketua Umum DPP Perbamida Sofia Nurkrisnajati Atmaja menambahkan bahwa Rakernas ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat peran BPR dalam pembangunan ekonomi daerah.

Ia menyebutkan bahwa peserta Rakernas berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali, NTB, dan NTT. Keberagaman ini menjadi kekuatan tersendiri dalam memperkaya perspektif pengelolaan BPR yang berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, keberhasilan program Kurda di Sidoarjo dengan bunga rendah dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan inovasi layanan keuangan yang sesuai dengan karakteristik UMKM setempat.

Perbamida juga akan terus mendorong sinergi antara BPR milik Pemda dengan BUMD lainnya guna memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kolaborasi yang kuat antar daerah akan menjadi kunci dalam mendorong ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

 

 

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *