Jagal Surabaya Ultimatum Pemkot, Ancam Mogok Massal Jika Fasilitas RPH Tambak Osowilangon Tak Kunjung Dibenahi

Beritaviralnews.id | Surabaya — Asosiasi Jagal dan Pedagang Daging Sapi Kota Surabaya kembali melontarkan ultimatum kepada Pemerintah Kota Surabaya terkait kondisi fasilitas di Rumah Potong Hewan (RPH) Tambak Osowilangon (TOW). Mereka mengancam akan menggelar aksi mogok kerja dan demonstrasi besar-besaran apabila berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan tidak segera ditindaklanjuti.

Ketua Asosiasi Jagal dan Pedagang Daging Sapi Kota Surabaya, Abdullah Mansyur, menegaskan bahwa para pelaku usaha telah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada pemerintah maupun pengelola RPH. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada langkah nyata untuk memperbaiki berbagai fasilitas yang dinilai sudah tidak layak.

“Kami hanya meminta fasilitas yang memadai agar aktivitas pemotongan dapat berjalan aman dan sesuai standar. Jika tuntutan ini terus diabaikan, kami siap melakukan mogok kerja dan menggelar demonstrasi jilid II,” ujar Abdullah.

Ia menjelaskan, sejumlah persoalan yang masih menjadi keluhan antara lain kondisi lantai area pemotongan yang licin sehingga membahayakan pekerja, sistem drainase yang belum berfungsi optimal, katrol pengangkut daging yang dinilai tidak layak, akses menuju RPH yang sering mengalami kemacetan, hingga kapasitas area pemotongan yang sudah tidak mampu mengakomodasi kebutuhan.

Selain persoalan infrastruktur, asosiasi juga meminta adanya kejelasan mengenai petugas yang bertanggung jawab menjaga ternak di kandang penampungan. Menurut mereka, perlu ada kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab apabila terjadi kehilangan maupun kematian sapi sebelum proses pemotongan dilakukan.

Dalam tuntutannya, asosiasi mengajukan enam poin utama, yakni perbaikan fasilitas pemotongan, modernisasi peralatan kerja, pembenahan akses jalan menuju RPH, penambahan kapasitas area pemotongan, penetapan petugas penjaga ternak yang jelas, serta sistem pertanggungjawaban atas kehilangan atau kematian ternak.

Tak hanya itu, para jagal juga kembali mengusulkan agar Pemerintah Kota Surabaya mempertimbangkan membuka kembali aktivitas pemotongan di RPH Pegirian apabila kondisi di RPH Tambak Osowilangon belum juga mengalami perbaikan.

Abdullah menegaskan bahwa pihaknya masih mengedepankan dialog sebagai solusi terbaik. Namun apabila tidak ada respons maupun langkah konkret dari pemerintah, aksi mogok dan demonstrasi besar-besaran akan menjadi pilihan terakhir.

“Kami ingin bekerja dengan aman, nyaman, dan layak. Jangan sampai persoalan yang sudah lama kami sampaikan terus dibiarkan tanpa solusi. Jika tidak ada perubahan, kami siap melakukan aksi bersama seluruh anggota asosiasi,” tegasnya.

Asosiasi berharap Pemerintah Kota Surabaya segera memberikan kepastian atas seluruh tuntutan tersebut agar operasional pemotongan hewan tetap berjalan lancar dan distribusi daging sapi kepada masyarakat tidak terganggu. Menurut mereka, aksi mogok dan demonstrasi jilid II tinggal menunggu keputusan apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait.

 

 

 

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *