Beritaviralnews.id | Minut — Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak terjebak dalam pola kerja pasif, yakni hanya menunggu perintah atau bekerja sebatas memenuhi tanggung jawab formal di lingkungan kantor pemerintahan.
Ia mendorong ASN untuk memiliki inisiatif, kreativitas, serta kepedulian lebih besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk membantu warga yang membutuhkan informasi maupun pendampingan saat mengakses layanan pemerintahan.
Pesan tersebut disampaikan Joune Ganda saat diwawancarai wartawan usai kegiatan Launching Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII di Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (2/11/2026).
Menurut Joune, pelayanan publik yang berkualitas tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar ataupun inovasi berbasis teknologi. Hal-hal sederhana, seperti menyapa dan mengarahkan masyarakat yang kebingungan mencari lokasi pelayanan, juga merupakan bentuk nyata kepedulian aparatur pemerintah.
Ia mencontohkan, ketika ada warga datang ke kantor pemerintahan untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), ASN yang melihat kondisi tersebut seharusnya berinisiatif memberikan petunjuk dan membantu mengarahkan, bukan membiarkan masyarakat mencari sendiri tempat pelayanan.
Joune ingin setiap masyarakat yang datang ke lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memperoleh pengalaman pelayanan yang baik sejak pertama kali memasuki kantor pemerintahan.
Selain menyoroti kualitas pelayanan publik, Joune juga memberikan perhatian terhadap pembagian beban kerja ASN di sejumlah perangkat daerah.
Ia mengaku menerima informasi mengenai ketidakseimbangan pelaksanaan tugas, baik akibat jumlah pegawai yang tidak sesuai kebutuhan maupun distribusi pekerjaan yang belum berjalan secara proporsional.
Untuk itu, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi guna memastikan kesesuaian antara jumlah pegawai, beban kerja, serta pelaksanaan tanggung jawab masing-masing ASN.
Joune tidak menginginkan adanya pegawai yang harus menanggung beban pekerjaan terlalu banyak, sementara pegawai lainnya justru memiliki waktu luang karena pekerjaan belum terdistribusi secara optimal.
Namun, menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut pengaturan jumlah pegawai, melainkan juga berkaitan dengan mentalitas dan semangat kerja aparatur.
Ia mendorong seluruh ASN untuk terus mengembangkan diri, memperluas pengetahuan, serta mencari peluang menghasilkan karya dan inovasi baru, meskipun tugas rutin yang menjadi tanggung jawabnya telah diselesaikan.
“Semangat untuk bisa berinovasi, bekerja, berkarya, bukan hanya dalam tugas dan tanggung jawab sebagai ASN, tetapi juga untuk pengembangan diri,” ujarnya.
Joune menilai perkembangan teknologi informasi saat ini telah membuka kesempatan luas bagi setiap pegawai untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
Kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk menunjang kualitas pekerjaan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Bahkan, ASN yang memiliki ruang kerja lebih longgar diharapkan dapat mengambil inisiatif membantu bagian lain maupun memberikan pendampingan kepada masyarakat tanpa harus selalu menunggu perintah khusus.
Melalui langkah tersebut, Joune berharap tercipta perubahan mentalitas birokrasi yang lebih responsif, produktif, inovatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang mudah, cepat, dan humanis.
Agustinus








