Beritaviralnews.id | Kominfo | Sidoarjo — Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak ke SDN 1 Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sabtu (18/4/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai respons atas ambruknya atap ruang kelas akibat hujan deras beberapa waktu lalu, sekaligus untuk mencari solusi atas keterbatasan ruang belajar di sekolah tersebut.
Dalam peninjauan yang turut dihadiri Dinas Pendidikan dan BPBD Sidoarjo, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah cepat untuk penanganan jangka pendek serta menyiapkan rencana strategis untuk jangka panjang.
“Hasil peninjauan menunjukkan kondisi ruang belajar sudah tidak memadai, baik dari sisi fasilitas maupun bangunan. Kerusakan atapnya cukup berat,” ujar Subandi di lokasi.
Ia menjelaskan, terdapat dua skema penanganan yang disiapkan. Untuk solusi cepat, Pemkab Sidoarjo mempertimbangkan penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) guna memperbaiki atap dan plafon agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.
“Jika ingin penanganan cepat, bisa menggunakan dana BTT untuk perbaikan sementara. Sedangkan untuk jangka panjang, kami merencanakan pembangunan gedung dua lantai mulai akhir 2026, dengan target realisasi pada 2027,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, Tirto Adi, mengakui bahwa keterbatasan ruang kelas di SDN 1 Sidokepung menjadi perhatian serius. Meski demikian, ia menyebut adanya penyesuaian anggaran pada tahun berjalan.
“Untuk tahun 2026 memang belum ada alokasi khusus karena efisiensi anggaran. Namun kami tetap berupaya mencari solusi sesuai arahan Bupati,” ungkap Tirto.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Sidoarjo tengah mengerjakan 54 titik perbaikan infrastruktur pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp47 miliar. Beberapa proyek sudah berjalan, sementara lainnya masih dalam proses tahapan lanjutan.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Sidokepung, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa peristiwa ambruknya atap terjadi pada Selasa pagi saat hujan deras, sesaat sebelum kegiatan belajar dimulai.
“Kejadiannya pagi hari saat hujan deras. Alhamdulillah siswa sedang berada di luar kelas, sehingga tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi kayu penyangga atap memang sudah lapuk dimakan usia. Saat ini pihak sekolah harus mencari cara agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“Kami sementara memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruang perpustakaan,” tambahnya.
Saat ini SDN 1 Sidokepung menampung 340 siswa yang terbagi dalam 13 rombongan belajar, namun hanya memiliki 11 ruang kelas. Pihak sekolah berharap adanya penambahan ruang kelas baru melalui pembangunan gedung bertingkat dapat segera direalisasikan oleh pemerintah daerah.
Redaksi








