Beritaviralnews.id | Manado — Keindahan Pantai Karangria di Kelurahan Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, dirusak oleh banyaknya sampah yang bertebaran.
Sampah-sampah ini terbawa dari lautan menyusul ombak tinggi dan pasang yang menerjang kota Manado belakangan ini.
Pemerintah Kota Manado sudah melakukan upaya pembersihan lokasi itu. Tapi petugas agak kewalahan karena sampah seolah tak henti berdatangan dari laut.
Amatan sampai Rabu (21/1/2026) siang, sampah dalam jumlah banyak bertebaran di pesisir pantai tersebut, bahkan sampah juga merangsek ke tanggul yang berada dekat jalan, ada pula patahan kayu, gabus hingga barang yang tak pantas ada.
Seorang petugas sampah yang bertugas disekitaran pantai mengaku baru saja menemukan seekor anjing yang sudah mati. dan sudah dikuburkan.
Ia mengaku agak kesal melihat sampah sampah yang berserakan di tepi pantai, “kemarin sudah dibersihkan. pantai pun sempat bersih, tapi hari ini datang lagi dalam jumlah yang banyak,” katanya.
Menurut dia, sampah datang bisa dalam hitungan menit. Saking banyaknya sampah hingga muat di dua mobil pengangkut sampah.
Para nelayan di sana juga tampak tidak melaut. Mereka hanya duduk di tepi pantai.
“Ombak memang begitu keras di pesisir itu, dan ada sampah di dalam gulungan ombak. Biasanya pantai itu sangat ramai dengan warga yang mandi serta terapi.” terangnya
Pantai Karangria dikenal sebagai tempat mandi favorit bagi warga Manado. Selain mandi, warga juga pergi ke sana untuk melakukan terapi.
Seorang warga meminta pihak terkait untuk membersihkan tempat itu dan mencegah agar sampah jangan lagi hanyut ke laut. “Karena pantai ini sangat indah,” katanya.
Pantai Karangria kini menyandang julukan baru, pantai terakhir di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Agustinus








