PJS dan AMI Gelar Aksi di Surabaya, Serukan Kesejahteraan Jukir: “Jukir Pahlawan PAD, Hapus Narasi Negatif”

Oplus_16908288

Beritaviralnews.id | Surabaya — Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) bersama Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota Surabaya, Jl. Taman Surya No.1, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur Senin (31/08/2026).

Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan dan perlindungan para juru parkir yang menjalankan aktivitas pelayanan parkir di berbagai wilayah Kota Surabaya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah aspirasi dengan salah satu pesan utama yang disuarakan yakni “Jukir Pahlawan PAD Kota Surabaya, Perhatikan Kesejahteraannya, Hapus Narasi Negatifnya.”

Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, S.E., dalam orasinya menegaskan bahwa keberadaan juru parkir tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi persoalan atau pemberitaan negatif. Menurutnya, para jukir juga merupakan bagian dari masyarakat yang bekerja dan memiliki kontribusi terhadap aktivitas perekonomian serta pengelolaan parkir di Kota Surabaya.

“Jangan hanya melihat juru parkir dari sisi negatifnya. Kita harus melihat bagaimana mereka bekerja setiap hari untuk mencari nafkah dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan,” tegas Baihaki dalam orasinya.

Baihaki juga meminta agar apabila ditemukan persoalan di lapangan, penanganannya dilakukan secara objektif dan tidak memberikan stigma kepada seluruh juru parkir.

“Kalau ada oknum yang melakukan pelanggaran, silakan ditindak sesuai aturan. Tetapi jangan semua juru parkir kemudian mendapatkan narasi negatif. Mereka adalah masyarakat yang juga membutuhkan perhatian dan perlindungan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS), Izul Fiqri, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan untuk menyuarakan aspirasi para juru parkir di Surabaya.

Menurut Izul, juru parkir memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas masyarakat di ruang publik. Mereka membantu mengatur kendaraan, menjaga ketertiban parkir, serta memberikan pelayanan kepada pengguna jasa parkir.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi teman-teman juru parkir. Kami ingin kesejahteraan mereka diperhatikan dan keberadaan juru parkir dihargai sebagai bagian dari masyarakat yang bekerja,” ujar Izul Fiqri.

Izul juga berharap adanya komunikasi dan dialog yang lebih terbuka antara pemerintah, pengelola perparkiran, serta para juru parkir. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat dicari jalan keluarnya secara bersama-sama.

“Kami tidak ingin persoalan ini terus menjadi polemik. Kami ingin duduk bersama, berdialog, dan mencari solusi terbaik agar sistem perparkiran di Surabaya semakin baik, tetapi kesejahteraan juru parkir juga tidak diabaikan,” tambahnya.

PJS dan AMI berharap aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait. Mereka mendorong adanya kebijakan perparkiran yang tidak hanya berorientasi pada tata kelola dan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan kepastian serta perhatian terhadap kesejahteraan para juru parkir.

Aksi tersebut menjadi momentum bagi PJS dan AMI untuk kembali menegaskan pesan bahwa juru parkir merupakan bagian dari masyarakat yang bekerja dan berkontribusi bagi Kota Surabaya. Karena itu, kesejahteraan perlu diperhatikan dan narasi negatif terhadap profesi jukir perlu dihentikan.

 

 

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *