Pemkab Sidoarjo Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi, Tekan Risiko Kematian

Beritaviralnews.id | Kominfo | Sidoarjo — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong penguatan layanan kesehatan ibu dan bayi melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih menjadi tantangan pembangunan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, saat menghadiri pertemuan peningkatan kesadaran penerapan Respectful Maternity and Newborn Care (RMNC) yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga medis, organisasi profesi, hingga lembaga non-pemerintah.

Dalam sambutannya, Fenny menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menurunkan AKI dan AKB. Tanpa sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan, upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi akan sulit tercapai secara optimal.

Ia juga menyoroti pentingnya sistem pelaporan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) yang kini telah terintegrasi secara digital. Menurutnya, pelaporan yang cepat dan akurat akan membantu pemerintah dalam mengambil langkah intervensi yang tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, menyampaikan bahwa meskipun tren nasional menunjukkan penurunan AKI dan AKB, kondisi di Sidoarjo masih membutuhkan perhatian serius. Angka kematian bayi serta peningkatan prevalensi stunting menjadi indikator yang harus segera ditangani melalui langkah konkret.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Sidoarjo menjalankan berbagai program strategis, seperti program satu puskesmas satu dokter spesialis kandungan, peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, optimalisasi penggunaan buku KIA, serta penguatan program “Sido Simpati”. Selain itu, rumah sakit juga didorong menyediakan fasilitas rumah singgah bagi ibu hamil dengan risiko tinggi.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan secara signifikan, bahkan mendekati nol, demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.

 

 

Har

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *